Tips Memilih Tukang Bangunan yang Baik

Jika Anda berencana ingin membangun ataupun hendak merenovasi rumah, ruko, villa, dan sebagainya. Tentunya Anda memerlukan jasa tukang bangunan untuk mewujudkan tempat impian Anda. Setelah Anda memiliki konsep, gambar, dan biaya anggaran yang sudah disusun dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), maka langkah selanjutnya Anda harus mencari tukang bangunan yang berkualitas, artinya mereka memiliki kemampuan dari segi keahlian dan pengalaman. Tentu Anda mengharapkan mendapat tukang bangunan yang terampil dalam melaksanakan pekerjaannya mulai dari awal hingga tahap finishing. Salah dalam memilih tukang bangunan tentu proyek pembangunan rumah Anda akan tersendat atau mengalami penundaan. Untuk itu, berikut tips yang bisa Anda pertimbangkan untuk memilih tukang bangunan yang baik.

Carilah tukang bangunan yang rentang usianya 25-40 tahun.

Usia yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda dirasa cukup ideal dalam mengerjakan proyek pembangunan rumah Anda. Tentu rentang usia ini dianggap cukup stabil dalam hal kemampuan fisiknya. Selain jam terbangnya yang sudah memadai atau belum. Jika Anda memilih tukang bangunan yang berusia 40 tahun ke atas walaupun ia memiliki pengalaman serta keahlian yang banyak namun kemampuan fisiknya sudah mulai menurun, tentu hal ini akan memperlambat proses pengerjaan rumah anda. Selain itu, jika Anda memilih usia dibawah 25 tahun. Dari segi pengalaman mereka memang belum memiliki banyak, namun mereka memiliki stamina yang kuat, disatu sisi pengendalian emosi pada usia 25 tahun juga belum stabil.

Carilah tukang dengan karakter serius

Dalam hal ini tukang bangunan yang tidak banyak bicara dan lebih tekun bekerja merupakan pilihan yang tepat untuk Anda. Sebaiknya hindari memilih tukang yang banyak bicara, karena biasanya dia akan gemar mengobrol dengan teman sepekerjanya sehingga waktu kerja menjadi kurang efektif yang membuat si tukang menjadi kurang fokus dalam pekerjaannya. Namun bukan berarti Anda harus mencari tukang yang pendiam, bisa-bisa ada masalah dalam pengerjaan ia malah diam-diam saja tanpa melapor kepada Anda.

Hindari memilih tukang yang suka membanggakan dirinya

Lebih baik jangan terlalu percaya dengan apa yang tukang bangunan katakan. Terutama yang suka membanggakan diri serta kemampuan dan pengalamannya. Jangan terlalu percaya atau kemakan omongan dengan tukang bangunan seperti itu, bisa jadi Anda akan kecewa di kemudian.

Carilah tukang yang jujur

Sulit memang untuk menilai kejujuran seseorang, apalagi pada orang yang baru kita kenal. Mungkin Anda bisa tes kejujurannya dengan cara memantau pekerjaan mereka secara diam-diam.

Jangan memilih tukang yang pelupa dan sembrono

Hal itu dapat menyebabkan kesalahan kerja yang bisa merugikan Anda. Tukang yang pelupa bisa membuat Anda harus mengeluarkan uang yang lebih untuk mengulangi pekerjaan dan membeli material lagi serta membayar upah si tukang tersebut.

Carilah tukang yang mengerti mengenai gambar arsitektural

Hal ini tentunya agar terhindar dari kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaannya. Selain itu hal ini tentu mempermudah anda agar tidak menyewa jasa arsitek atau kontraktor sekaligus.

Pilihlah tukang yang memiliki tingkat kepatuhan yang baik

Jika Anda memberikan arahan mengenai apa yang anda inginkan / mengenai pekerjaan yang harus dia kerjakan.

 Pilihlah tukang yang tingkat intelektualnya cukup

Meskipun hanya tamatan SD atau SMP, tapi kita bisa melihat dari sikap, cara bicara, dan bagaimana caranya menyampaikan idenya. Anda juga bisa melihat dari kinerjanya yang menggambarkan bahwa dia memiliki tingkat kecerdasan yang cukup secara non formal khususnya di bidang pekerjaannya. Wajiblah seorang tukang bangunan bukan seorang yang buta huruf, hal ini tentu untuk mengurangi kesalahan-kesalahan yang dapat dibuatnya.

 Jangan memilih tukang bangunan yang “pemakai”

Pemakai dalam hal ini yaitu memakai obat-obat terlarang atau Minuman Keras. Tukang yang seperti ini tentunya bukan hanya bisa mengacaukan pekerjaan proyek Anda tapi juga bisa membahayakan  dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Tentunya hal ini akan sangat merugikan untuk Anda apabila tukang bangunan memakai barang tersebut disaat melakukan pekerjaan. Dia bisa melakukan kesalahan atau kelalaian kerja yang dapat menyebabkan kerusakan ataupun kecelakaan pada dirinya maupun rekan kerjanya. Untuk mengetahui apakah seseorang memakai barang tersebut atau tidak, Anda harus sering-sering membaca mengenai artikel ciri-ciri para pemakai atau bertanya kepada sanak saudara maupun teman.

 Pilihlah Tukang yang bisa bekerja secara individu

Tukang yang indiviu dapat mengerjakan pekerjaannya tanpa terlalu mengandalkan bantuan pembantu tukang. Hal ini tentu dapat mempercepat waktu pekerjaan proyek pembangunan Anda. Dibandingkan dengan tukang yang manja, mereka akan menghambat pekerjaannya sendiri dan juga pekerjaan rekan-rekan kerjanya sehingga bisa waktu penyelesaian proyek anda tertunda.

Buat Anda yang ingin memilih tukang bangunan perhatikan baik-baik tips diatas. Karena kesalahan Anda memilih jasa tukang bangunan akan berpengaruh kepada proyek Anda kedepannya. Ada baiknya bertanya terlebih dahulu atau mencari rekomendasi jasa tukang bangunan dari teman, keluarga serta tetangga bahkan bisa juga melalui internet. Semoga bermanfaat!