Sejak Bernama Raja Garuda Mas Hingga Kini, RGE Mengelola Kelapa Sawit Berkelanjutan

Royal Golden Eagle atau biasa disebut RGE merupakan sebuah perusahaan yang mengelola kelompok perusahaan kelas dunia dalam industri manufaktur yang berbasis SDA atau Sumber Daya Alam. RGE juga merupakan salah satu perusahaan besar di dunia, yang dimiliki oleh Sukanto Tanoto. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1973 ini, merupakan perusahaan yang berkembang menjadi korporasi skala global dan merupakan perusahaan yang terjun dalam bidang bisnis pemanfaatan sumber daya alam berupa industri kelapa sawit, pulp dan kertas, selulosa spesial, dan pengembangan energi. Di bawah kepemimpinan Sukanto Tanoto, RGE telah memiliki aset aset lebih dari US$18 miliar dan total pekerja mencapai 60.000 orang.

Beberapa anak perusahaan Sukanto Tanoto yang sukses dan mendunia adalah Asian Agri, April grup, dan beberapa perusahaan yang lainnya. Perusahaan RGE yang yang dulunya bernama Raja Garuda Mas ini merupakan perusahaan swasta nasional terkemuka memproduksi kelapa sawit mentah. Hingga saat ini, mereka mengelola 100.000 hektar lahan dan bermitra dengan 29.000 keluarga petani di Riau dan Jambi yang mengoperasikan 60.000 hektar perkebunan kelapa sawit.

Pemilik RGE, Sukanto Tanoto sangat peduli terhadap keberlanjutan usaha dan dampak positifnya terhadap masyarakat dan negara dalam jangka panjang. Oleh karena itu, diantara anak perusahaan yang sudah disebutkan di atas, Asian Agri adalah salah satu perusahaan yang telah menunjukkan komitmennya untuk bermitra dengan petani kelapa sawit selama 30 tahun. Petani yang menjadi mitra Asian Agri juga tidak perlu risau terhadap pemasaran hasil sawit mereka karena Asian Agri akan otomatis menampungnya dengan harga yang pantas dan tidak akan merugikan petani.

Manfaat yang dirasakan oleh ratusan ribu bahkan jutaan anggota masyarakat dalam kemitraan yang telah berlangsung bertahun-tahun di tiga provinsi di Riau, Jambi, dan Sumatra Utara. Di tahun 1986 rogram ini didukung oleh pemerintah dengan meluncurkan Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi atau dengan nama lain PIR-Trans. Selain itu juga, mereka juga memberi bimbingan kepada para petani pada masa produktif pohon kelapa sawit. Mayoritas dari petani di provinsi tersebut adalah para transmigran yang datang dari Jawa.

Selain membantu petani dalam mengola kelapa sawit, Asian Agri membangun fasilitas umum di dekat lahan milik petani dan perkebunan milik petani plasma. Tujuan dari pembangunan tersebut agar memudahkan para petani dalam mengelola kebun dan memproses lebih lanjut hasil panen mereka. Asian Agri berkomitmen membeli dan memproses tandan buah segar kelapa sawit, baik petani dan perusahaan akan mengikuti peraturan pemerintah dimana mekanisme akan diatur bersama oleh pemerintah, perusahaan, dan kelompok tani yang ada. Direktur Asian Agri mengatakan bahwa untuk kualitas, Asian Agri akan mengintensifkan pendampingan petani, sehingga kebun mengjasilkan buah berkualitas dan hal ini akan memberikan kepastian mengenai keuntungan yang didapatkan oleh para petani. Dan itulah, sejarah sejak bernama Raja Garuda Mas hingga kini, RGE mengelola kelapa sawit berkelanjutan.