Mengenal Cara Kerja Termometer Digital

Sebagai alat pengukur suhu, termometer manual atau termometer digital merupakan salah satu alat yang wajib untuk dimiliki oleh setiap orang di dunia kesehatan. Tentu saja, alat ini berguna untuk mengukur suhu tubuh pasien dan menjadi tolak ukur kesehatan pasien tersebut. Seiring dengan semakin populernya alat ini dan semakin mudahnya mendapatkannya di pasaran, kini sebagian besar rumah tangga juga telah memiliki termometer sebagai salah satu isi dari kotak P3K mereka.

Jenis – Jenis Termometer

Sebelum termometer digital tercipta dan menjadi populer seperti saat ini, semua orang hanya mengenal termometer manual. Termometer jenis ini menggunakan air raksa sebagai indikator perubahan suhu sehingga ukuran suhu dapat terbaca saat air raksa bergerak naik atau turun. Air raksa yang memiliki sifat koefisien muai yang konstan membuatnya memiliki perubahan volume yang hampir sama saat suhu mengalami kenaikan atau penurunan. Selain air raksa, alkohol juga sering kali menjadi indikator di dalam termometer manual. Dengan alkohol, termometer menjadi lebih mudah dibaca dan aman.

Thermometer Termometer Digital Karakter Kartun

Jenis termometer lainnya adalah termometer digital. Cara pemakaian yang lebih praktis dan mudah membuat jenis yang satu ini dipilih oleh sebagian besar orang, tidak hanya di dunia kesehatan tapi juga untuk pemakaian di rumah tangga. Selain itu, termometer yang telah dilengkapi teknologi digital ini juga jauh lebih aman dibandingkan termometer air raksa. Termometer ini juga dapat mengukur suhu dengan lebih akurat dengan hasil pengukuran suhu hingga angka desimal. Alat pengukur suhu digital ini menggunakan sensor panas elektrik yang bereaksi cepat terhadap perubahan suhu.Sehingga para pengguna termometer ini bisa mengetahui hasil pengukuran suhu dengan tepat serta cepat dan akurat.

Cara Kerja Termometer Digital

Sebuah termometer digitalumumnya didesain dengan termokopel yang berfungsi sebagai sensor yang membaca nilai tahanan yang berubah.sederhananya, termokopelini merupakan sepasang kabel yang dibuat dari jenis logam berbeda yang kemudian bagian ujungnya di las untuk disatukan. Pada titik yang bersatu tersebut dinamakan Hot Junction.

Prinsip kerja pengukur suhu ini adalah dengan memanfaatkan sifat hubungan antara tegangan atau volt dengan suhu atau temperatur. Tegangan yang terjadi pada setiap logam berbeda saat bereaksi dengan perubahan suhu. Logam jenis A akan memiliki tegangan yang tidak sama dengan logam jenis B meski mendapatkan suhu yang sama tingginya. Sehingga terjadi perbedaan volt atau tegangan yang sangat kecil (millivolt) yang terdeteksi. Jadi setelah perbedaan suhu melewati termokopel, maka hal ini disebut perbedaan tegangan atau volt.

Perbedaan tegangan dalam termometer digital tersebut kemudian nilai arusnya dikonversikan kembali dengan nilai offset dan nilai acuan di dalam komparator. Ini berfungsi untuk menterjemahkan setiap satuan dalam amper ke satuan volt. Selanjutnya, besaran temperature tersebut ditampilkan ke layar atau monitor termometer. Tampilan berupa seven segmen yang menampilkan temperaturyangtelah terdeteksi oleh termokopel di dalam termometer digital tersebut.